Jumat, 20 September 2019

Tidak Boleh Asal, Yuk Pahami SOP Membersihkan Kamar Pasien


Setiap perusahaan memiliki Standar Operasional Prosedur (SPO) yang berbeda, salah satunya SPO bagi rumah sakit. SOP rumah sakit dibuat khusus untuk memastikan, bahwa setiap staf rumah sakit telah bekerja sesuai dengan prosedur yang telah dibuat. Contoh SOP nya di setiap ruangan rumah sakit terutama kamar pasien harus diperhatikan kebersihannya. Berikut SOP membersihkan Kamar Pasien agar tetap bersih dan steril.

Pentingnya Kebersihan Kamar Pasien
Rumah sakit didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam berbagai bentuk, yang meliputi perawatan, tindakan medis, diagnostik hingga upaya rehabilitasi medis. Namun tidak semua rumah sakit dapat memenuhi kebutuhan para pasiennya. Hal ini tergantung dari kemampuan dan batasan yang dimiliki oleh masing masing rumah sakit. Berikut prosedur yang harus dilakukan oleh Cleaning Servis.  

1. Peralatan yang Perlu Dipersiapkan
Mengecek kebersihan setiap kamar pasien merupakan tanggung jawab dari Cleaning Servis. Untuk memulai pekerjaan, petugas perlu memperhatikan SOP membersihkan kamar pasien terlebih dahulu. Dalam SOP tersebut, terdapat peralatan yang harus dipersiapkan, yaitu  rolley lengkap, sapu, dustfan, lamp umum kotak kotak 2 pcs, ember sedang, glass cleaner, sikat, desinfectan 1 : 100, Teppol (sabun cair) 1 : 10, dan sign (tanda hati hati). 

Rumah sakit identik dengan orang yang memerlukan perawatan intensif dan biasanya keadaan darurat. Tidak mengherankan apabila anda yang berkunjung ke kamar pasien akan menemukan darah atau muntahan. Jika menemukan lantai yang kotor, hendaknya pengujung segera memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan kotoran tersebut. hal ini dilakukan agar meminimalisir adanya penularan penyakit.

2. Prosedur Membersihkan Kamar Pasien
Cleaning Servis hendaknya mengetuk pintu dan memberi salam agar lebih sopan. Kemudian mulai melihat sekeliling ruangan searah jarum jam untuk mengecek apakah ada barang yang rusak. Buka tirai jendela dan penyekat pada kamar pasien. Matikan AC agar debu tidak beterbangan. Lap debu yang berada pada bagian atas bed pasien, lampu, dan sebagainya menggunakan lysol 1 : 100 dengan lap kering atau basah.

SOP membersihkan kamar pasien selanjutnya adalah jangan lupa untuk merapikan barang barang milik pasien agar terlihat lebih rapi dan bersih. Kemudian, lanjutkan untuk lap setiap kaca yang ada, seperti kaca jendela atau kaca pintu kamar pasien. Petugas dapat menggunakan serbet dan glass clener agar kaca terlihat lebih bersih dan jauh dari debu. Setelah selesai, hendaknya tutup kembali pintu kamar dengan perlahan.

3. Aktifitas Perawatan Periodik
Kamar pasien yang telah digunakan, tentu perlu dibersihkan secara menyeluruh. Dengan melakukan pembersihan total, pasien dihrapkan jauh dari kuman dan penyakit yang masih menempel pada setiap sudut kamar. Fungsi lainnya, agar penyakit tidak akan menular kepada pasien berikutnya yang akan menempati kamar tersebut. berikut yang perlu dilakukan Celaning Servis untuk menjaga kebersihan kamar pasien.

Lakukan pencucian dinding minimal satu kali dalam seminggu menggunakan cairan disinfectant. Hilangkan noda noda yang menempel di dinding, peralatan ruangan, furniture, hingga pintu. Ganti tirai setiap berganti pasien. Khusus untuk lantai vinyl, lakukan proses recoating minimal dua kali dalam sebulan. SOP membersihkan kamar pasien  terakhir, yaitu lakukan proses shampooing minimal dua kali dalam sebulan bagi ruangan yang menggunakan karpet. 

Rumah sakit merupakan tempat untuk menyembuhkan seseorang dari penyakit yang dideritanya. Oleh karena itu, rumah sakit justru menjadi tempat berkumpulnya berbagai bakteri dan virus. Menjaga kebersihan di lingkungan ini sifatnya sangatlah penting. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyakit menular kepada pengunjung dan pasien lain. Apabila lingkungan rumah sakit kotor, otomatis penyakit mudah menular dengan mudah.



EmoticonEmoticon